Mengatasi Anak Susah Makan dengan Hipnoterapi

 56 total views,  2 views today

Hampir semua orang tua sepertinya mengalami kesulitan dalam mengatasi anak susah makan. Balita memang sulit diprediksi keinginan makannya. Beberapa hari mungkin ia sangat menyukai menu makanan A, tetapi hari berikutnya tiba-tiba tidak menyukainya. Kebiasaan ini sangat wajar dialami oleh anak kecil. Pilih pilih makanan atau picky eater biasanya bereaksi terhadap makanan seperti berikut ini: 

  • Menolak makanan berdasarkan warna atau tekstur;
  • Memilih makanan tertentu dan hanya makan sedikit;
  • Tidak mau mencoba menu baru;
  • Kehilangan minat pada makanan yang dulu mereka sukai; 
  • Ingin makan sendiri atau tidak mau disuapi. 

Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Jika si kecil tergolong anak yang picky eater, jangan khawatir.. Ada beberapa upaya yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak agar mau makan.

1. Memberi Perhatian Kepada Si Kecil

Anda sudah tahu jika kebiasaan makan di kecil memang begitu adanya. Anda hanya bisa berusaha untuk mengerti si anak. Tawarkan makanan baru sesering mungkin. Dan tanyakan menu apa yang ia inginkan. 

2. Sajikan dalam Jumlah yang Tepat

Tawarkan 1 sendok makan untuk Anak berusia 1 tahun. Misalnya, jika si kecil berusia 3 tahun, sajikan 3 sendok makan untuk setiap makanan. Takaran ini meminimalisir kebosanan pada anak. Selain itu, porsi kecil memberinya kesempatan untuk meminta lebih banyak makanan. 

3. Melibatkan Anak untuk Menentukan Menu Makan

Biarkan si kecil memilih makanan di tukang sayur jika memungkinkan. Ini membuatnya lebih bersemangat untuk makan menu pilihannya sendiri. 

4. Variasikan Bentuk Makanan

Salah satu faktor yang mempengaruhi anak kecil picky atau pemilih adalah bentuk dan tekstur makanan. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika bunda memotong makanan menjadi beberapa bentuk. Bentuklah makanan yang unik dan sekreatif mungkin. 

5. Biarkan Anak Mencoba Menu Pilihannya

Jika anak Anda tipe anak yang suka mencampurkan makanan. Maka biarkan anak Anda bereksperimen rasa. Tugas Anda adalah menyediakan makanan yang aman seperti saus sehat, yogurt, keju, dan lain-lain. 

6. Jadilah Teladan yang Baik 

Jaga pola dan asupan Anda. Orang tua adalah role model bagi anak. Jika si kecil melihat Anda makan berbagai makanan sehat, kemungkinan besar ia juga mencoba apa yang Anda makan. 

7. Membuat Daftar Makanan Sehat Kesukaan Anak 

Membuat daftar makanan kesukaan si kecil berguna agar anak mau makan teratur. Kemudian, Daftar ini juga berguna untuk memastikan keseimbangan nutrisi yang diperoleh si kecil. 

8. Berikan Sugesti Agar Anak Mau Makan Teratur

Pikiran bawah sadar anak sangat terbuka dalam menerima pengaruh dari orang tua. Setiap kali makan, selipkan kalimat berikut ini agar anak mau makan secara teratur. “Adek, mulai sekarang dan seterusnya, jika waktunya makan kamu ingin makan. Dan semua makanan yang Bunda dan Ayah beri untuk Adek itu enak dan baik buat Adek. Mengerti ya?” Selipkan kalimat tersebut saat Anda mengobrol dan makan bersama si kecil. Ucapkan secara berulang, agar anak selalu mengingatnya.

Hal yang Perlu Anda Perhatikan

Selain hal di atas, Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Beberapa diantaranya adalah:

1. Jangan Memaksa Anak Menghabiskan Makanannya

Ketika si kecil sudah kenyang, biarkan ia berhenti makan. Membiarkan mereka berhenti makan saat kenyang membantunya hidup sehat. 

2. Jangan Membuat Kesepakatan dengan Anak

Jangan bilang kepada si kecil jika makanannya habis, ia akan mendapatkan dessert. Memberi rewards semacam itu, menggiring anak untuk mengulangi perbuatannya lagi. Alhasil, dia semakin sulit makan jika tidak ada rewards.

Itulah hal yang boleh dan tidak dilakukan orang tua saat si kecil susah makan. Tidak sulit bukan? 

Apabila Anda memiliki permasalahan dalam hal mendidik anak, silakan hubungi Mbak Dina (Admin Indonesian Hypnosis Asosiation) untuk konsultasi: 085329999633. Atau klik link berikut ini.

Sekian, artikel yang bisa saya bagikan hari ini, dan semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih.

Baca juga: Mencegah Alzheimer di Usia Muda: Bagaimana Caranya?