Cara Mencegah Perilaku Anti Sosial pada Anak

 31 total views,  1 views today

cara mencegah perilaku anti sosial

Cara Mencegah Perilaku Anti Sosial pada Anak 

Suatu hal yang normal bagi anak-anak untuk menunjukkan perilaku sosial yang positif dan negatif. Emosi mereka berkembang seiring dengan bertambahnya usia. Beberapa anak berbohong, beberapa memberontak, beberapa menarik diri. 

Tetapi beberapa anak saling bermusuhan dan tidak patuh. Mereka mungkin mencuri dan menghancurkan properti. Selain itu, mereka sering mengabaikan peraturan dan kewajiban di lingkungan masyarakat maupun sekolah. 

Tingkah laku tersebut merupakan ciri-ciri dari perilaku antisosial. Perilaku antisosial dapat diatasi, tetapi dapat menyebabkan masalah yang lebih parah di masa dewasa jika tidak ditangani. Jika Anda khawatir anak Anda memiliki kecenderungan antisosial, baca terus untuk mengetahui lebih lanjut.

Masalah tingkah laku ini biasanya muncul pada masa kanak-kanak dan selama masa remaja, dan lebih umum terjadi pada anak laki-laki.

Faktor Risiko Perilaku Sosial pada Anak

  • Lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar
  • Genetika dan riwayat keluarga
  • Pola pengasuhan yang buruk dan negatif
  • Hiperaktif dan masalah neurologis juga dapat menyebabkan perilaku antisosial. Remaja dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) ditemukan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan perilaku antisosial.

Gejala Anti Sosial

Perilaku antisosial kadang-kadang dapat diidentifikasi pada anak-anak 3 atau 4 tahun, dan dapat menyebabkan sesuatu yang lebih parah jika tidak ditangani sebelum usia 9 tahun.

Gejala yang mungkin ditunjukkan anak Anda meliputi:

  • Kasar pada hewan dan manusia
  • Berbohong dan mencuri
  • Memberontak dan melanggar aturan
  • Vandalisme dan perusakan properti lainnya
  • Kurangnya hati nurani dan empati
  • Agresi dan kecenderungan menggunakan kekerasan
  • Arogansi
  • Bersifat manipulatif
  • Kurangnya penyesalan

Mencegah perilaku antisosial

Pencegahan harus Anda lakukan sejak dini untuk menghindari berkembangnya perilaku anti sosial pada anak. Tindakan pencegahan ini sebaiknya dilakukan oleh semua pihak, baik dari pihak keluarga maupun sekolah. 

1. Pencegahan di Lingkungan Sekolah

  • Mengajari cara menyelesaikan masalah.
  • Melatih manajemen amarah. 
  • Memperbanyak literasi tentang pengelolaan emosi.
  • Konseling secara intensif

2. Pencegahan di Lingkungan Rumah dan Masyarakat

  • Les bakat dan minat
  • Mengikuti kegiatan di masyarakat
  • Penyuluhan
  • Pendampingan 

3. Cara lain untuk menangani perilaku antisosial meliputi:

  • Terapi perilaku atau hipnoterapi
  • Intervensi keluarga perilaku
  • Terapi keluarga dan terapi remaja
  • Orang tua juga dapat menjalani pelatihan parenting untuk mengatasi masalah pengasuhan yang mungkin berkontribusi pada perilaku antisosial anak.

Penelitian telah menemukan bahwa kehangatan dan kasih sayang, disiplin yang wajar, dan gaya pengasuhan yang sesuai memiliki hasil yang positif bagi anak-anak. Ini dapat membantu mereka menciptakan hubungan yang positif dan mengembangkan keterampilan bersosial.

Jika ada kecenderungan perilaku anti sosial pada anak Anda, bicaralah dengan anak Anda jika Anda mengkhawatirkan perilakunya sehingga Anda dapat lebih memahami apa yang terjadi dari sudut pandang mereka. Pastikan juga untuk berbicara dengan dokter agar Anda dapat membuat rencana yang efektif untuk menangani perilaku antisosial anak Anda.

Apabila Anda ingin berkonsultasi masalah anak dan parenting hubungi Mbak Dina (Admin Indonesian Hypnosis Asosiation): 085329999633. Atau klik link berikut ini.

Sekian, artikel yang bisa saya bagikan hari ini, dan semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih.

Baca juga: Ampuh! Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial pada Anak dengan Hipnoterapi