Cara Mencegah Ketindihan (Sleep Paralysis)

 24 total views,  1 views today

cara mencegah ketindihan

Cara Mencegah Ketindihan (Sleep Paralysis)

Pernahkah Anda terbangun dari tidur dan menemukan bahwa Anda tidak dapat menggerakkan tubuh Anda? Anda benar-benar lumpuh! Anda juga merasakan sesak di dada, seolah ada seseorang yang duduk di atasnya. Jantung Anda berdebar, Anda teriak namun tidak ada suara yang keluar dari mulut Anda…

Tidak semua orang pernah mengalami kejadian di atas. Sebagian menganggap peristiwa tersebut merupakan mistis. Namun, ada penjelasan ilmiahnya loh.. Ya, ketindihan dikenal dengan istilah sleep paralysis. 

Mengapa Sleep Paralysis Bisa Terjadi?

Anda biasanya tidak menyadarinya, lumpuh dari ketindihan sebenarnya terjadi setiap malam saat Anda tidur selama tidur rapid eye movement (REM).

Tidur REM sering disebut sebagai tahap tidur akhir. Selama REM, otak Anda sebenarnya cukup aktif — sinyal listrik dari otak terlihat hampir seperti saat Anda bangun. Ini juga terjadi saat mimpi terjadi.

Meskipun gelombang otak Anda mungkin sangat aktif, tubuh Anda tidak dapat bergerak selama REM. Selain mata yang banyak bergerak (karena itu disebut “gerakan mata cepat”), otot Anda kehilangan kekuatannya.

Tiba-tiba, Anda bangun dan tidak berdaya. Seringkali disertai dengan jantung berdebar kencang, ketakutan, dan terkadang perasaan akan mati. 

Tidak heran orang-orang di seluruh dunia salah mengira sleep paralysis sebagai serangan setan…

Penyebab Sleep Paralysis

1. Narkolepsi

Narkolepsi merupakan gangguan tidur kronis yang menyerang di siang hari. Akibatnya penderita narkolepsi sering merasa kantuk di siang hari. 

Biasanya sleep paralysis datang bersama dengan halusinasi saat seseorang tertidur. Kemudian, tiba-tiba kehilangan kekuatan otot. Jika Anda mengalami ini, segera periksakan ke dokter. 

2. Kecemasan dan Gangguan Akibat Trauma

Jika Anda mengalami gangguan kecemasan, seperti gangguan panik atau kecemasan sosial, Anda mungkin berisiko lebih tinggi mengalami sleep paralysis. 

3. Gaya Hidup

Penyebab satu ini sering ditemukan pada mahasiswa. Mahasiswa memiliki risiko empat kali lipat lebih tinggi mengalami sleep paralysis. Pola tidur yang tidak teratur, stress, diyakini memicu terjadinya sleep paralysis. 

Cara Mencegah Sleep Paralysis

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kemungkinan sleep paralysis:

1. Waktu Tidur dan Bangun yang Teratur

Ketindihan cenderung terjadi saat jadwal tidur Anda terganggu atau kurang tidur. Mulailah tidur dan bangun setiap pagi. Jika Anda kesulitan, gunakan alarm untuk membantu Anda di awal. Beberapa hari setelahnya, tubuh Anda akan menyesuaikan secara otomatis. 

2. Batasi Alkohol dan Obat-Obatan

Obat-obatan seperti antidepresan ternyata bisa mengganggu kualitas tidur Anda. Sebaiknya kurangi penggunaan obat, jika Anda butuh untuk meredakan gangguan mental, coba gunakan perawatan alternatif, seperti hipnoterapi atau terapi perilaku. 

3. Mengikuti Terapi untuk Mencegah Ketindihan atau Sleep Paralysis

Dengan mengikuti terapi, Anda akan dibimbing untuk merilekskan tubuh dan pikiran. Sehingga Anda bisa berpikir jernih, menjalankan aktivitas dengan baik, dan terhindar dari stress. Alhasil, tidur menjadi teratur dan tentunya berkualitas!

Dari penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa fenomena sleep paralysis memiliki penjelasan ilmiah dan bisa ditangani jika kita tahu penyebabnya.

Jika Anda memiliki gangguan tidur atau masalah berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan perilaku, silakan berkonsultasi dengan Master kami dengan cara menghubungi Mbak Dina (Admin Indonesian Hypnosis Asosiation): 085329999633. Atau klik link berikut ini.

Sekian, artikel yang bisa saya bagikan hari ini, dan semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih.

Baca juga: Waspada! Inilah Pengaruh Kecanduan Merokok Terhadap Kondisi Mental Kamu…