Ciri-Ciri Gangguan Bipolar dan Cara Mengatasinya

 51 total views,  3 views today

Ciri Bipolar dan Cara Mengatasinya

Gangguan bipolar merupakan kondisi mental di mana penderitanya mengalami perubahan suasana hati sangat ekstrem, bisa saja sangat senang (manik) dan sangat sedih (depresi). 

Ciri Gangguan Bipolar 

Penderita bipolar sering menerima diagnosa yang salah. Gangguan ini sering diperkirakan sebagai gangguan ADHD (Attention Deficit Disorder), skizofrenia, dan BPD (Borderline Personality Disorder). Namun, tidak menutup kemungkinan gangguan tersebut bisa saja memperparah gejala bipolar. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui gejala bipolar yang membedakan dengan gejala mental disorder lainnya. Gejala bipolar dibedakan berdasarkan jenisnya. Dan berikut ini adalah jenis bipolar beserta gejalanya: 

  • Bipolar tipe I: Penderita setidaknya mengalami satu kali periode manik yang diawali atau diakhiri dengan depresi major. Penderita yang mengalami manik biasanya penuh energi, lebih bersemangat, kepercayaan diri tinggi, dan bertindak impulsif. 
  • Bipolar tipe II: Penderita mengalami depresi major dan hypomanik (tensi emosi yang lebih rendah dari manik).
  • Cyclothymic Disorder: Periode manik dan depresi yang bertahan lebih lama sekitar dua tahun. 

Manik dan hipomanik adalah dua jenis periode yang berbeda tetapi memiliki gejala yang sama. Gejala manik lebih parah daripada hipomanik. Bahkan manik dapat memicu delusi, halusinasi, bicara tak jelas, dan agitasi. Dalam hal ini biasanya pasien membutuhkan rawat inap. Berikut ini adalah gejala manik dan hipomanik:

  • Ceria, gelisah, atau kaku yang tidak wajar;
  • Peningkatan aktivitas, energi, atau agitasi;
  • Rasa percaya diri yang berlebihan;
  • Tidur berkurang;
  • Banyak bicara 
  • Impulsif, berbelanja, melakukan aktivitas lainnya tanpa mempertimbangkan risikonya. 

Sementara itu, depresi major mencakup gejala yang cukup parah. Seperti tertekan, sedih, hampa, putus asa, dan sering menangis. Gejala lainnya antara lain: 

  • Penurunan berat badan, padahal tidak sedang berdiet; 
  • Gangguan tidur (bisa insomnia dan banyak tidur);
  • Kelelahan atau kehilangan energi;
  • Kesulitan berpikir dan fokus;
  • Gelisah dan merasa bersalah yang berlebihan; 
  • Muncul keinginan bunuh diri.

Cara Mengatasi Gangguan Bipolar 

Bipolar merupakan penyakit yang sifatnya berulang atau sering kambuh, maka perawatan rutin harus dilakukan. Mood stabilizer dan antidepressant perlu diresepkan oleh dokter kepada pasien. Obat tersebut sangat dibutuhkan untuk mengendalikan emosi pasien. 

Tetapi, pemberian obat secara terus menerus dapat menimbulkan efek samping bahkan ketergantungan. Oleh sebab itu, pasien harus mengimbanginya dengan nutrisi yang baik dari makanan. Asam lemak omega 3 dipercaya mampu meningkatkan fungsi sel pada otak. 

Selain obat dan nutrisi yang baik, psikoterapi juga penting dilakukan. Penelitian mengungkap psikoterapi mampu mengendalikan mood swing pada pasien. Dengan mengikuti psikoterapi, penderita akan dibimbing oleh terapis untuk self-management, yang mana bisa membantu mengontrol perubahan suasana hati saat gejala bipolar datang. 

Nah itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gejala bipolar, apabila Anda membutuhkan seorang terapi untuk mengatasi masalah Anda, silakan hubungi Mbak Dina (Admin Indonesian Hypnosis Asosiation): 085329999633. Atau klik link berikut ini.

Sekian, artikel yang bisa saya bagikan hari ini, dan semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih.

Baca juga: Ciri Gangguan Kecemasan dan Cara Mengatasinya dengan Hipnoterapi